![]() |
| Salah satu lukisan di lobi Hotel Tentrem |
Artikel ini very late post dari acara liburan tahun lalu ke Yogyakarta bersama anak semata wayang saya.
“Neng, kita ke Candi Prambanan yuk!” Saya ingin kasih reward ke anak saya yang sedang menyelesaikan skripsi di akhir Desember 2024. Setelah membeli tiket kereta api dan reservasi hotel, jadilah kami berangkat ke Yogyakarta.
Sekar yang efisien gak pernah ribet bertanya soal akomodasi. Sesampainya di Stasiun Yogyakarta, barulah dia bertanya, “ Kita pesan taksi online ke hotel mana Bu?” tanyanya sambil membuka aplikasi untuk memesan. Saya jawab “Hotel Tentrem”
Di dalam taksi online, Sekar browsing tentang Hotel Tentrem, dia membelalak. “Bu, ternyata Barack Obama pernah menginap di hotel ini ya?”
Sesampainya di hotel, masih 5 jam lagi untuk waktu check-in, kami menitipkan dulu semua barang bawaan dan jalan-jalan dulu ke Candi Prambanan sekaligus kulineran di Malioboro. Untuk edisi jalan-jalan di Prambanan dan Malioboro akan saya tulis di artikel terpisah ya. Kali ini, saya ingin berbagi cerita saat staycation di hotel mewah ini.
Sepulang dari jalan-jalan, saya dan Sekar langsung check-in. Nikmat banget rasanya habis melancong ke beberapa titik di Yogyakarta, langsung mengirup aromaterapi di lobi hotel. Kami diberikan welcome drink dengan cita rasa rempah dan buah-buahan. Saya fokus ke tatakan gelas yang unik dengan gambar perempuan Jawa dengan berbagai properti jamu. Baru lihat tatakan gelasnya saja saya sudah menangkap sisi uniknya hotel ini. Sambil menikmati jus segar, saya mengedarkan pandangan ke sekitar lobi yang didesain dengan kekentalan lokal. Rasa lelah terobati seketika.
Setelah meneguk kandas minuman segar di lobi, kami diantarkan oleh petugas hingga ke kamar karena banyaknya barang bawaan kami. Begitu masuk kamar, vibes ruangan kamar yang eksklusif langsung tercium. Spontan kami langsung room tour mulai dari ruangan toilet, ruang tidur, sofa, meja kerja hingga balkon di balik jendela besar. Sampai amenities di ruang kamar mandi dan kamar hotel kami cermati dengan takjub karena saking lengkapnya!
Berikut hal-hal menarik yang kami nikmati tanpa terlewat satupun karena ini adalah kesempatan istimewa merasakan hotel mewah di Yogyakarta yang penuh keunikan:
1. Amenities lengkap dan unik
Kunci kamar dan tatakan gelas mampu membuat saya gagal fokus karena desainnya sangat tradisional dan fungsional, hal-hal kecil di hotel yang biasa terabaikan tapi yang ini membuat saya mampu memandang lama-lama dua benda ini. Cita rasa seninya cukup tinggi mungkin ya?
![]() |
| Kunci kamar hotel |
| Tatakan gelas |
![]() |
| Welcome drink |
2. Kamar luas, wangi, bersih
Terdapat dua bed besar dengan bantal guling empuk dan wangi. Tak sedikitpun saya menemukan noda dalam sprei dan sarung bantalnya. Di samping jendela terdapat sofa besar dengan bentuk sudut siku-siku dengan beberapa bantal. Sungguh nyaman saat bersantai di sofa ini sambil memandang ke luar dengan view kolam renang dan rimbunnya pepohonan.
Tersedia TV 42 inch dengan program TV kabel super lengkap! Saya sempatkan nonton beberapa tayangan favorit sambil menikmati the dan jamu-jamuan yang disediakan. Bahkan kami bisa menikmati kopi instan dengan menggunakan mesin kopi otomatis. Banyak pilihan sesuai selera dan semuanya free! Di samping minuman, kami pun diberikan welcome snack berisi bakpia dan beberapa camilan khas Yogyakarta.


3. Lemari besar berisi perlengkapan setrika plus mejanya, hanger plus bathrobe dan brankas
Semua perlengkapan ini sangat berguna bagi kami karena semua pakaian akhirnya bisa dirapikan dengan cepat karena ada meja plus setrikanya, dengan bathrobe membuat kami bisa santai dengan nyaman sebelum dan sesudah mandi.

4. Meja kerja dengan kursi yang nyaman
Berlibur tetap bawa laptop, karena di waktu senggang bisa mengerjakan hal-hal yang bisa saya kerjakan, biasanya di meja kerja hotel ide-ide bermunculan karena kenyamanan dan aroma kamar yang bikin tenang. Jadi, saya pun menyempatkan mengedit dan nge-draft artikel di sana ditemani kopi yang disediakan.
5. Kamar mandi dengan bathtub yang luas
Begitu melihat bath tub, saya menjerit kecil! Soalnya saya ingin melenturkan kekakuan tubuh selepas perjalanan kereta api dan pulang jalan-jalan dari Candi Prambanan dengan berendam air hangat dengan baluran sabun wangi khas Hotel Tentrem. Semua perlengkapan mandi, hair dryer, sisir, bahkan ada alat jahit seperti jarum dan benang, alat cukur jenggot dan kumis buat laki-laki. Selengkap itu! Handuknya berukuran besar dan berjumlah empat, padahal yang menginap hanya berdua.
Setelah mandi pun masih dimanjakan dengan body lotion yang wanginya khas dan lembut. Fix, saat itu setelah mandi saya nyaman tidur!
6. Kolam renang dengan rimbunan pepohonan
Pagi banget saya sudah bangun karena ingin berenang di kolam renang yang luas dan dikelilingi pohon-pohon rindang, membuat berenang semakin asyik karena bisa duduk-duduk sejenak di kursi dekat kolam renang sambil mengirup udara sejuk. Walaupun di kolam renang cukup ramai namun masih nyaman dan leluasa. Di samping kolam renang ada fasilitas gym, tapi saya tidak sempat nge-gym karena tidak membawa baju olah raga.

7. Restoran Kayu Manis
Setelah berenang dan mandi, saya dan Sekar sarapan di Restoran Kayu Manis, menunya sangat beragam, mulai dari masakan khas Yogyakarta seperti Gudeg, krecek, dan jamu-jamuan. Walaupun masakan lokal dan nusantara mendominasi, tapi masakan Eropa dan Seafood pun tersedia. Dari Hotel Tentrem ini, saya jadi tahu bahwa Gudeg itu ada dua jenis, yaitu Gudeg Ibu Kota yang teksturnya terdapat sedikit kuah, sedangkan Gudeg Song Djie, adalah gudeg dengan tekstur kering. Jadi teringat sebuah sumber yang menyebutkan Barack Obama dan keluarganya ketika mengunjungi Hotel Tentrem tidak meminta menu khusus karena Presiden Amerika ini menyukai semua makanan Indonesia.
![]() |
| Gudeg Ibu Kota yang agak berkuah |
![]() |
| Gudeg Song Djie yang teksturnya lebih kering |
Minuman pun banyak banget pilihannya, mulai dari jamu, teh, kopi, susu, squeezed juice, dan berbagai camilan enak lainnya.
Setelah kenyang kami kembali menikmati kamar hotel hingga waktu check-out tiba, karena kami ada janji ketemuan dengan Kak Indah, teman Blogger yang tinggal di Yogyakarta, maka setelah check-out kami ke Kayu Manis untuk ngopi dan ngobrol santai bareng sambil menunggu ke stasiun untuk pulang dengan kereta sore.
8. Museum Sido Muncul di dalam hotel
![]() |
| Museum Sido Muncul |
Hotel Tentrem masih satu payung dengan Sido Muncul, maka di sebelah lobi hotel terdapat Sido Muncul Gallery & Shop yang merupakan museum berisi berbagai replika sejarah asal usul jamu secara umum, cikal bakal adanya Sido Muncul, hingga terdapat baju-baju serta aksesoris yang dapat dibeli oleh para pengunjung.
Begitu masuk museum ini seketika saya ingin berlama-lama ada di dalamnya, karena selain sejuk, wangi rempah segar, juga nuansa museum yang instagramable. Banyak spot foto yang dapat diabadikan di sana. Terpenting lagi, saya jadi mengenal lebih dekat spirit Sido Muncul dan orang-orang yang ada di belakang kesuksesannya. Di next post akan saya ulas lengkap isi dari Museum Sido Muncul ini, kalau ditulis di sini terlalu panjang. Ditunggu ya!
Staycation selama dua hari satu malam di Hotel Tentrem Yogyakarta sangat memberikan kesan mendalam untuk saya. Baik dari sisi pelayanan, keramahan staff, hingga menu sarapannya yang sangat istimewa. Semoga suatu saat dapat berlibur kembali di Hotel Tentrem yang bikin tentram hati ini.

























0 comments